Jumat, 17 Agustus 2018

HMI TIDAK MENGENAL DIALEKTIKA RADIKAL


HMI ANTI RADIKALISME
HMI merupakan akronim dari Himpunan Mahasiswa Islam,yang tentu tempat berhimpunnya mahasiswa islam dalam satu visi dan misi perjuangan untuk menapaki panggung keadilan bagi bangsa dan negara ini. HMI lahir ditengah gejolak bangsa dan negara yang saat itu sangat tidak stabil,tepatnya pada tanggal 5 Februari 1947 dan sebagai Organisasi perjuangan mahasiswa tertua di Indonesia. HMI tentunya memiliki kiprah yang panjang terhadap kontribusi dalam menggapai keadilan bagi masyarakat Indonesia,dari zaman Orde Lama hingga Orde Baru HMI seperti tidak ada matinya. Ini secara jelas menunjukkan HMI merupakan organisasi Nasionalis yang semata-mata tujuannya untuk menapaki keadilan bagi rakyat kecil di Indonesia.
Namun belakangan ini meruak kabar burung yang tidak jelas kevalidan datanya dan secara “barbar” memberikan informasi menyimpang yang mengganggap bahwa HMI adalah radikal dan sebagainya. Mari kita tuntaskan secara singkat dan padat.
Pernyataan radikal ini membuat penulis sangat risih karena pada dasar realitanya HMI merupakan organisasi seperti tertulis diatas,tidak ada sama sekalipun unsur radikal didalamnya. Tidak ada visi dan misinya yang menjurus ke arah radikal atau separatis bahkan AD/ARTnya sangat jelas tanpa harus dicurigai ataupun spionase terhadap HMI. Apa karena namanya ISLAM? Apa karena kadernya beragama ISLAM? Atau ada kepentingan lain dari pihak yang anti terhadap HMI. Ini merupakan sarana mahasiswa berkumpul dan berdiskusi tentang keadilan maupun ilmu pengetahuan lalu bagaimana anda bilang HMI radikal? Perlu ada rekonstruksi nalar pada akal yang menyatakan HMI adalah radikal. Pemikiran-pemikiran yang asal bunyi ini mengakibatkan doktrin buruk terhadap para mahasiswa yang semulanya memiliki semangat serta visi misi berjuang untuk rakyat Indonesia. Lalu radikal yang bagaimana? Ideologi yang dianut HMI juga bukan Ideologi yang melanggar konstitusi,visi misi HMI juga tidak melanggar konstitusi. HMI bertumbuh besar ditengah masyarakat kecil lalu kemudian memperjuangkannya,sudah jelas arah perjuangan disini bahwa HMI kemudian terjun kemasyakarakat untuk melakukan demonstrasi yang merupakan bagian dari advokasi bagi masyarakat yang rindu keadilan.
HMI juga mengajarkan kadernya untuk berdialektika yang baik dan santun,sangat banyak petinggi negara ini yang berasal dari HMI sehingga mempertegas bahwa HMI ini merupakan organisasi yang memiliki arah perjuangan yang jelas. Tidak ada diksi didalam HMI yang secara Eksplisit maupun jelas mengarah pada arah radikal,mari kita berandai apabila HMI radikal maka sejak dahulu sudah ada catatan kelam HMI yang besar dalam kontribusi memperjuangkan hak rakyat atau catatan kelam mengenai terganggunya stabilitas negara.
Tentu ini merupakan ulah dari kelompok yang tidak memiliki etika dalam berpolitik dan etika dalam berdialektika,semua harus didasarkan pada opini yang jelas  dan tidak menyerang secara membabi buta sehingga menggiring mahasiswa pada suatu opini buruk yang menjebak HMI didalamnya. Tuduhan-tuduhan itu semakin terasa ketika banyak mahasiswa mempercayainya, penuduh-penuduh seperti mereka hanyalah mengandalkan kebencian sehingga tega dalam melakukan tindakan dzalim seperti itu. tetapi saya percaya dan yakin HMI tidak akan goyah karena berada pada jalan yang benar demi memperjuangkan nilai-nilai keadilan yang kian memudar.

Mereka menyerang dengan keji dan Dzalim,tetapi HMI tetap Elegan” [MIH]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SERI PROGRESIVITAS HUKUM BAGIAN III

SERI PROGRESIVITAS HUKUM  BAGIAN III ANALISA  IUDEX   COMMON LAW SYSTEM  DAN  CIVIL LAW SYSTEM  DALAM PERAN PROFESI KEHAKIMAN ( Muh...