Sabtu, 27 Oktober 2018

Hilangnya kini Semangat Pemikiran ala Rene Descartes "Cogito Ergo Sum"

Pertarungan manusia bukan hanya pada alam kenyataan namun sering kali bertabrakan pada alam pemikiran. Tarik-menarik atas klaim ilmu pengetahuan mengakibatkan lunturnya nilai-nilai kebenaran atas realitas kehidupan, seakan-akan kebenaran universal benar-benar menghilang dari alam dunia saat ini.  Namun bagi Paul Natorp (Filsuf Jerman) segala kebenaran diketahui dan dinyatakan dan juga dibenarkan,kebenaran itu sendiri tidak memerlukan hal itu, karena dia lah yang menunjukkan apa yang diakui benar dan harus berlaku. Sehingga menurutnya tidak perlu klaim atas sebuah pembenaran karena secara filosofis kebenaranlah yang akan menunjukkan sesuatu yang memang benar adanya. Pada pencarian kebenaran ada mata rantai filsafat yang pada tataran praksisnya akan membantu seorang menemukan sebuah kebenaran, dengan memfalsifikasi yang terejawantahkan dalam tesis-antitesis,aksi-reaksi,dan konstruksi-rekonstruksi sesuatu yang dianggap benar dapat diketahui.
Pada semangat pencarian kebenaran tersebut,seorang Rene Descartes datang dengan membawa semangat pemikiran yang awam dikenal dengan istilah "Cogito Ergo Sum" (aku berpikir maka aku ada),dan dengan semangat pemikiran ini kemudian menjadi embrio bagi perkembangan dunia modern. Rene Descartes memilih untuk melemahkan segala sesuatu yang ia lihat dan mulai menelaah titik dari kebenaran suatu objek. Pemikiran ini pula ditelaah dari oleh para sejarawan sebagai salah satu embrio dari lahirnya masa "renaissance" dan "Aufklarung".  secara historis Periode perjalanan yang lebih progresif dibuka pada masa 3 serangkai tokoh yaitu Thales,Anaximenes,serta Anaximendros yang dalam pemikiran ketiganya acap kali terjadi kontradiksi seperti pembentukan alam ini. Setelah periode ini giliran era Herakleitos yang sering dikenal dengan periode filosofi kemudian terus berlanjut sampai periode klasik.
 "Cogito Ergo Sum" masih terus eksis walau banyak nalar pemikiran manusia yang terganggu karena kepentingan pembelaan kaumnya dengan melawan suatu kebenaran. Tokoh-tokoh terkemuka di dunia seperti Karl Max juga memakai paham pemikiran ini dengan mendasarkan suatu kebenaran pada objektifitas,awam dikenal dengan istilah Matrealisme namun Marx juga meyakini dalam pencarian kebenaran tersebut akan ada selalu pertentangan sehingga secara lengkap dikenal dengan istilah Matrealisme Dialektika.
Saat ini sangat jarang terjadi sebuah pemikiran difalsifikasi untuk menemukan sebuah kebenaran,yang ada pemikiran-pemikiran yang dianggap benar tersebut di paksa untuk diterima sehingga terjadi klaim pembenaran atas pemikiran tersebut. Hal ini dikenal dengan istilah "Logosentrisme" yang berarti pula memusatkan ilmu pengetahuan dan kebenaran hanya pada satu pihak dan  tidak menerima kebenaran dari pihak lainnya. Bisa dikatakan pada hari ini pemikiran kritis tidak di terapkan oleh semua orang tetapi hanya beberapa orang saja,bukan karena tidak mau berpikir namun sering kali manusia hari ini terbawa arus kepentingan sehingga cogito ergo sum nya tidak dapat terimplementasi dengan baik.Implikasi logosentrisme bukan hanya berdampak buruk semata namun berdampak menghancurkan peradaban umat manusia karena pemikiran hanya dipegang oleh beberapa tokoh saja dan tidak mengindahkan pemikiran dari orang lain. Fase awalnya kita akan berjalan ditempat atas pemikiran tersebut,fase kedua kita akan mengalami dekadensi terhadap ilmu pengetahuan,sehingga fase ketiga dapat disimpulkan manusia diambang kehancuran. Banyak manusia yang sangat enggan hari ini untuk berpikir dengan melemahkan lalu merekonstruksi suatu objek hanya karena keapatisannya terhadap suatu objek tersebut. Hal tersebut terbukti dengan mudahnya banyak manusia mengamini segala sesuatu yang dikeluarkan para ahli tanpa menakar kebenarannya. Fredrick Douglas mengatakan bahwa jika tidak ada perjuangan maka tidak akan ada kemajuan,oleh karenanya dengan membangkitkan serta memperjuangkan pemikiran adalah solusi terbaik untuk menata intelektual alamiah manusia dengan tidak mengedepankan kepentingan namun kebutuhan bersama.

SERI PROGRESIVITAS HUKUM BAGIAN III

SERI PROGRESIVITAS HUKUM  BAGIAN III ANALISA  IUDEX   COMMON LAW SYSTEM  DAN  CIVIL LAW SYSTEM  DALAM PERAN PROFESI KEHAKIMAN ( Muh...